Literasi Guru

Literasi Guru
luka-liku ke profesian guru Ekonomi

Sabtu, 12 November 2022

Empowerment TRK bagi Guru dan ASN

 


Oleh

Iwan Rudi Setiawan

 

Setiap Guru dan ASN pasti akan melaksanakan pekerjaannya sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya atau biasa disebut dengan tupoksi, dan pegawai akan menolak jika pekerjaannya tidak sesuai dengan tupoksinya. 

Guru dan ASN akan berusaha datang ke tempat kerja tepat waktu dan pulang tepat waktu pula, sebab jika guru  datang terlambat maka banyak siswa yang dikorbankan, demikian pula jika pulang terlalu cepat bisa mengganggu siswa di kelas lain.

Selanjutnya seorang Guru dan ASN akan melaksanakan pekerjaannya sebaik mungkin untuk meraih karier dan prestasi. Hal tersebut dikarenakan Pegawai dalam bekerja memiliki aturan dan kode etik yang harus dipenuhi.

Zaman dahulu aktivitas  Guru dan ASN jarang diketahui oleh atasan atau rekan kerjanya, sehingga sering ditemukan seorang Guru dan ASN tidak masuk selama berminggu-minggu tanpa alasan. Atau tidak pernah menyerahkan administrasi karena mungkin tidak diminta oleh atasannya. sehingga menimbulkan kecemburuan bagi pegawai yang rajin.

Sehubungan dengan permasalahan di atas, maka pemerintah dalam upaya mengukur kinerja dan memberikan motivasi. Maka di keluarkanlah peraturan Gubernur provinsi Jawa Barat  no.8 tahun 2021 tentang Tambahan Penghasilan bagi Pegawai negeri Sipil di Lingkungan Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat. Peraturan tersebut di tandatangani oleh Gubernur Jawa Barat pada tanggal 29 Januari 2021.

TPP itu sendiri  bertujuan agar Guru dan ASN  meningkat  kesejahteraan  dan motivasi kerjanya. Bagi pimpinan TPP itu bisa mengukur seberapa tingginya tingkat kinerja bawahannya.

Implementasi mengukur tingkat kinerja pegawai maka Pemerintah Provinsi Jawa Barat mengeluarkan aplikasi TRK (Tunjangan Remunerasi Kinerja) bersama KMob (Kehadiran Mobile).

Melalui aplikasi TRK setiap Guru dan ASN harus mengisi aktivitas harian, seperti untuk guru adalah mengisi aktivitas merencanakan pembelajaran, melaksanakan pembelajaran, menilai hasil, melakukan bimbingan dan melatih siswa serta Aktivitas tambahan. Bagi kepala sekolah, Wakil Kepala Sekolah, Guru BP-BK, Kepala Perpustakaan dan Kepala Laboratorium memiliki aktivitas tambahan. Dimana aktivitas tersebut harus mencapai minimal 9000 menit per bulan. Sedangkan aktivitas bulanan nya melaporkan Indikator Kinerja Individu (IKI), Pengisian review 360,  Kuesioner Kinerja GTK dan pengisian minat karir GTK.

Sedangkan  KMob untuk mengecek kehadiran Guru dan ASN, masuk dan pulang selalu tercatat dengan lokasi yang sudah ditentukan dan perekaman wajah pegawai, Bagi pegawai yang memiliki kepentingan pribadi bisa melakukan ijin datang terlambat dan pulang cepat, sedangkan yang memiliki tugas keluar bisa mengajukan dinas luar penuh atau masuk kantor dahulu kemudian dinas luar atau dinas luar dahulu  dan pulang masuk kantor.

Di bulan berikutnya rapot dari kinerja  akan terlihat baik oleh pimpinan maupun pegawai itu sendiri rapot nya itu memuat Nilai kinerja, Nilai SKP, Nilai IKI, Nilai pribadi, Total menit aktivitas  utama dan total menit aktivitas tambahan. Nilai perilaku, Orientasi pelayanan, komitmen, kerja sama, inisiatif kerja, aktivitas negatif dan IKP.

Dengan demikian, setelah melihat fitur dan laporan yang disajikan melalui TRK,  maka seyogyanya Guru dan ASN tidak perlu lagi repot- repot menyusun rencana  Sasaran Kinerja Pegawai (SKP), dan target yang harus dicapai yang biasanya dilakukan 2 kali dalam setahun yaitu di awal januari dan di awal bulan juli.   

Melalui aplikasi-aplikasi tersebut pada akhirnya Guru dan ASN wajib memiliki smartphone android yang mumpuni, tidak bisa menggunakan HP kentang, yang memori internal nya sangat kecil, karena setiap Aktivitas harus mendokumentasikan melalui foto-foto, bahkan harus menyimpan file dokumen,  melalui word, excell maupun Pdf.

Tidak sedikit  Guru dan ASN lainnya sering kehabisan memori Notifikasinya di HP.  Kehabisan ruang atau memori tidak cukup. Hal tersebut dikarenakan intensitas penggunaan video dan foto sehari-hari lebih banyak digunakan apalagi ditambah aplikasi-aplikasi lainnya. sehingga bisa mempengaruhi kinerja internet, jadinya koneksi melambat.

Melalui TRK  semua aktivitas terutama aktivitas guru sudah dapat diisikan, namun  masih banyak Guru dan ASN yang tidak dapat menerjemahkan butir aktivitas yang dapat di input di kinerja nya misalnya seperti guru aktivitas  menyusun Instrumen identifikasi awal dan assesment diagnostik atau Menyusun analisis konteks/EDS/SWOT satuan pendidikan.

Benar, bahwa bagi generasi Baby boomer aktivitas melalui TRK ini merepotkan. Dan tidak sedikit yang merasa masih gagap teknologi. Sehingga Aktivitas TRK ini bagi baby boomer banyak yang menentangnya, beda lagi dengan generasi millineal yang selalu wellcome, dengan setiap perubahan teknologi.

Saat ini banyak guru dan ASN yang nilai kinerja lebih dari 80 % di mana pada bulan september nilai kinerja nya dinilai sangat buruk. Semoga melalui TRK ini dapat direalisasikan menggandakan TPP  yang telah diterima pada bulan-bulan sebelumnya, dan benar-benar dapat mensejahterakan Guru dan ASN serta dapat memotivasi kinerja guru dan ASN

 Semoga Jabar juara lahir batin bisa terwujud.


Minggu, 07 November 2021

AYAT JURNAL PENYESUAIAN









Pengertian Jurnal Penyesuaian Adalah Sebagai Berikut

Menyesuaikan jurnal dalam buku besar perusahaan yang terjadi pada akhir siklus akuntansi untuk mencatat pendapatan atau beban yang tidak diakui untuk periode tersebut.

Ketika sebuah transaksi dimulai dalam satu periode akuntansi dan diakhiri pada periode selanjutnya, jurnal penyesuaian diperlukan untuk mencatat transaksi tersebut dengan benar.

Hal ini dapat mengacu pada pelaporan keuangan yang mengoreksi kesalahan yang dilakukan sebelumnya dalam periode akuntansi.

Tujuan jurnal penyesuaian adalah untuk mengubah transaksi tunai menjadi metode akuntansi akrual.

Lalu untuk fungsi dari jurnal ini bisa Anda baca pada tulisan ini.

Akuntansi akrual didasarkan pada prinsip pengakuan pendapatan yang berusaha mengakui pendapatan pada periode perolehannya, bukan pada periode penerimaan kas.

Sebagai contoh, coba asumsikan sebuah perusahaan konstruksi memulai konstruksi dalam satu periode tetapi tidak menagih pelanggan hingga pekerjaan selesai dalam enam bulan.

Perusahaan konstruksi perlu melakukan jurnal penyesuaian pada setiap akhir bulan untuk mengakui pendapatan 1/6 dari jumlah yang akan ditagih pada titik enam bulan.

 Fungsi dari adanya ayat jurnal penyesuaian adalah sebagai berikut:

  1. Supaya akun-akun nominal yakni akun pendapatan dan beban bisa diakui pada suatu periode serta menunjukkan situasi yang sesungguhnya.
  2. Menghitung perkiraan nominal (pendapatan serta beban) sebenarnya dalam periode yang terkait.
  3. Menetapkan saldo catatan pada setiap akun buku besar di akhir periode sehingga perkiraan saldo kewajiban dan harta (saldo riil) menunjukkan jumlah sesungguhnya.
  4. Agar pada akhir periode, akun-akun riil yakni harta, kewajiban, serta modal mencerminkan jumlah yang sebenarnya.

Akun yang Memerlukan Jurnal Penyesuaian di Akhir Periode Adalah Sebagai Berikut

Di bawah ini, terdapat beberapa penjelasan berikut cara pencatatannya.

·         Akun perlengkapan, yang memerlukan penyesuaian karena ada pemakaian.

·         Akun beban dibayar di muka, yang memerlukan penyesuaian karena waktu telah dijalani/jatuh tempo.

·         Akun aktiva tetap, yang memerlukan penyesuaian karena ada penyusutan aktiva.

·         Akun pendapatan, yaitu memerlukan penyesuaian karena ada pendapatan yang belum diperhitungkan atau penerimaan yang belum menjadi pendapatan.

·         Akun beban, yang memerlukan penyesuaian karena ada beban yang belum diperhitungkan atau pembayaran yang belum menjadi beban.

·         Akun pendapatan diterima di muka, yang memerlukan penyesuaian karena berjalannya waktu atau diserahkannya prestasi pada pelanggan.

 

Adapun hal yang perlu diperhatikan ketika membuat jurnal penyesuaian adalah:

1.     Hampir tidak pernah menyertakan kas. Tujuan jurnal penyesuaian adalah untuk membuat catatan akuntansi secara akurat mencerminkan prinsip pencocokan — mencocokkan pendapatan dan biaya selama periode operasi. Ada beberapa kasus yang jarang terjadi di mana kas perlu disesuaikan, tetapi idealnya, semua penyesuaian harus dilakukan sebelum menjalankan neraca saldo yang belum disesuaikan.

2.     Debit selalu sama dengan kredit.

3.     Memiliki satu akun neraca (aset, kewajiban, atau ekuitas) dan satu akun laporan laba rugi (pendapatan atau beban) di entri jurnal. Ingat, tujuan adalah untuk mencocokkan pendapatan dan biaya periode akuntansi.

Langkah Cara Membuat Jurnal Penyesuaian Adalah Sebagai Berikut

Langkah cara membuat jurnal penyesuaian dapat dibagi menjadi beberapa tahap sebagai berikut:

11.  Cetak neraca saldo yang belum disesuaikan.

2.2.Analisa setiap akun.

3 3. Cari apa saja yang hilang.

4.4. Mencatat jurnal penyesuaian.

Contoh Cara Membuat Jurnal Penyesuaian dan Penulisannya Adalah Berikut

 

Berikut adalah contoh jurnal penyesuaian dan cara penulisannya:

1. Akun perlengkapan menunjukkan saldo sementara Rp500.000.

Sedangkan data akhir periode menunjukkan saldo masih ada senilai Rp200.000.

Analisis:

Akun perlengkapan (saldonya di sisi debit dalam akuntansi).

Maka dihitung jumlah yang habis terpakai di sisi debit beban, yaitu Rp500.000 – Rp200.000 = Rp300.000.

Kemudian, catatlah akun beban perlengkapan Rp300.000 di sisi debit dan kurangi jumlah akun perlengkapan sejumlah Rp300.000 seterusnya dicatat di sisi kredit.

Contoh Jurnal penyesuaian yang dibuat adalah sebagai berikut :

 

Tanggal

Keterangan

Ref

Debit

Kredit

2017

Desember

Beban perlengkapan

Rp300.000

             Perlengkapan

Rp300.000

 

2. Akun asuransi dibayar di muka menunjukkan saldo sementara Rp360.000.

Data akhir periode: jumlah asuransi yang telah jatuh tempo adalah Rp120.000 yaitu untuk 4 bulan.

Analisis:

Akun asuransi dibayar di muka (saldonya di sisi debit), dicatat sebagai harta. Yang dicatat untuk penyesuaian adalah berapa jumlahnya yang sudah menjadi beban (yaitu sejumlah yang sudah jatuh tempo/sudah dijalani).

Beban asuransi sebesar Rp120.000 di sisi debit.

Kemudian pada akun asuransi dibayar di muka Rp120.000 dicatat di sisi kredit.

Contoh Jurnal penyesuaian yang dibuat adalah sebagai berikut:

 

Tanggal

Keterangan

Ref

Debit

Kredit

2017

Desember

 

 

Rp120.000

            Asuransi di bayar di muka

Rp120.000

 

Beban asuransi

 

3. Akun peralatan menunjukkan saldo Rp3.000.000.

Pada akhir periode: peralatan disusutkan 10%.

Analisis:

Akun peralatan (saldo di sisi debit). Penyusutan peralatan 10% x Rp3.000.000 = Rp300.000 dicatat sebagai beban penyusutan peralatan, di sisi debit.

Kemudian dalam akun akumulasi penyusutan peralatan di catat Rp300.000 di sisi kredit untuk menampung setiap penyusutan peralatan setiap tahunnya.

Contoh Jurnal penyesuaian yang dibuat adalah sebagai berikut:

 

Tanggal

Keterangan

Ref

Debit

Kredit

2017

desember

Beban penyusutan peralatan

Rp300.000

       Akumulasi penyusutan peralatan

Rp300.000

 

4. Akun pendapatan jasa menunjukkan jumlah Rp1.800.000.

Data akhir periode dari pendapatan tersebut sebesar Rp200.000 layanan kepada langganan belum dikerjakan.

Analisis:

Akun pendapatan jasa (saldo di sisi kredit).

Jumlah pendapatan yang belum menjadi pendapatan adalah Rp200.000 karena pekerjaan/layanan kepada langganan belum dikerjakan.

Jadi kurangkan akun pendapatan jasa Rp200.000 dan dicatat di sisi debit.

Kemudian catatlah ke dalam akun pendapatan diterima di muka Rp200.000 di sisi kredit karena dianggap sebagai utang.

Contoh jurnal penyesuaian yang dibuat adalah sebagai berikut:

Tanggal

Keterangan

Ref

Debit

Kredit

2017

desember

Pendapatan jasa

Rp200.000

         Pendapatan diterima di muka

Rp200.000

 


Selasa, 07 September 2021

SISTEM EKONOMI- FUNGSI DAN JENIS_JENISNYA

 




Pengertian Sistem Ekonomi

Apa itu sistem ekonomi (economic system)? Pengertian Sistem Ekonomi adalah suatu sistem yang dipakai oleh sebuah negara, baik itu pemerintah maupun swasta, untuk mengelola semua aktivitas perekonomian di masyarakat.

Menurut Gilarso, pengertian sistem perekonomian adalah keseluruhan tata cara untuk mengoordinasikan perilaku masyarakat (produsen, konsumen, pemerintah, bank, dan sebagainya) dalam menjalankan kegiatan ekonomi (produksi, distribusi, konsumsi, investasi, dan sebagainya) sehingga terbentuk satu kesatuan yang teratur dan dinamis.

Suatu sistem perekonomian harus berlandaskan prinsip tertentu guna mencapai kesejahteraan dan kemakmuran masyarakat secara umum.

Masing-masing negara memiliki sistem perekonomian yang berbeda, tergantung situasi dan kondisi pada negara tersebut. Sistem perekonomian terbaik di suatu negara belum tentu akan memberikan hasil yang sama bila diterapkan di negara lain.


Fungsi sistem perekonomian

Sistem ekonomi memiliki peranan penting bagi perekenomian suatu negara. Secara umum, berikut ini adalah beberapa fungsi economic system tersebut: Untuk memberikan dorongan terhadap kegiatan produksi di suatu negara.
  • Untuk mengoordinasikan segala kegiatan individu dalam kaitannya dengan perekonomian.
  • Untuk mengatur pembagian hasil produksi ke semua anggota masyarakat sehingga kegiatan ekonomi berjalan dengan baik dan sesuai dengan harapan.
  • Untuk menciptakan suatu mekanisme tertentu dalam kegiatan distribusi barang dan jasa agar berjalan dengan baik.

Jenis-Jenis Sistem Ekonomi

Jenis-Jenis Sistem Ekonomi
Ekonomi tradisional yang masih tergantung pada pertanian

Ada beberapa jenis economic system yang dianut oleh berbagai negara di dunia, diantaranya adalah:

1. Sistem Ekonomi Tradisional

Sistem ekonomi tradisional banyak digunakan pada organisasi dimana kehidupan ekonomi berjalan berdasarkan tradisi, kebiasaan masyarakat secara turun-temurun dan mengandalkan faktor produksi apa adanya.

Ciri-ciri sistem perekonomian tradisional;

  • Pembagian kerja yang belum jelas.
  • Banyak tergantung pada sektor pertanian.
  • Masih terikat tradisi dan kurang dinamis.
  • Penggunaan teknologi dalam kegiatan produksi masih sangat sederhana.

Kelebihan sistem perekonomian ini adalah adanya kejujuran dan semangat kekeluargaan dari semua orang dalam pemenuhan kebutuhan hidupnya. Namun sistem perekonomian ini memiliki kekurangan, yaitu sulitnya meningkatkan kesejahteraan masyarakat ke arah yang lebih baik.

2. Sistem Ekonomi Terpusat

Sistem ekonomi terpusat/ komando atau sosialis adalah sistem perekonomian yang menempatkan pemerintah sebagai pemilik kekuasaan dominan dalam mengatur kegiatan ekonomi.

Ciri-ciri sistem perekonomian terpusat/ sosialis;

  • Segala aktivitas perekonomian (produksi, distribusi, penetapan harga, dan konsumsi) diatur oleh pemerintah.
  • Pemerintah tidak mengakui hak milik perorangan dan tidak ada kebebasan dalam menjalankan usaha.
  • Semua peralatan produksi dikuasi oleh negara.

Bentuk penguasaan yang dilakukan pemerintah yaitu dengan membatasi kegiatan ekonomi yang dikerjakan oleh anggota masyarakat. Beberapa negara yang menggunakan sistem perekonomian ini antara lain:

  • Rusia
  • Republik Rakyat Cina
  • Negara Eropa Timur (pecahan Uni Soviet)

3. Sistem Ekonomi Liberal

Sistem ekonomi liberal atau kapitalis adalah sistem perekonomian yang berlandaskan kebebasan sebesar-besarnya bagi seluruh masyarakat dalam kegiatan perekonomian tanpa dicampuri oleh pemerintah.

Ciri-ciri sistem perekonomian liberal/ kapitalis;

  • Setiap individu diberikan kebebasan dalam menjalankan kegiatan perekonomian.
  • Setiap individu diberikan kebebasan dalam memiliki barang modal (barang kapital).
  • Segala kegiatan perekonomian dapat dilakukan berdasarkan semangat untuk mendapatkan keuntungan pribadi.

Dengan kata lain, pemerintah lepas tangan dalam pengambilan keputusan ekonomi sehingga masyarakat dapat mencari keuntungan pribadi sebesar-besarnya. Beberapa negara yang memakai sistem perekonomian ini antara lain:

  • Amerika Serikat
  • Kanada
  • Inggris
  • Irlandia
  • Perancis
  • Dan lain-lain

4. Sistem Ekonomi Campuran

Sistem ekonomi campuran adalah sistem perekonomian dimana pemerintah memberikan kebebasan kepada rakyat untuk melakukan kegiatan ekonomi, namun pemerintah juga ikut campur dalam kegiatan perekonomian.

Ciri-ciri sistem perekonomian campuran;

  • Pemerintah membatasi pihak swasta dalam mengelola sektor tertentu, khususnya bidang-bidang yang menyangkut harkat hidup orang banyak.
  • Pemerintah memiliki kewenangan dan turut campur tangan dalam mengatur mekanisme pasar melalui berbagai kebijakan ekonomi.
  • Pemerintah juga turut campur tangan dalam segala kegiatan perekonomian dengan mengeluarkan berbagai kebijakan ekonomi.
  • Pemerintah mengakui hak milik perorangan selama hal tersebut tidak merugikan kepentingan masyarakat umum.

Tujuan campur tangan pemerintah tersebut adalah untuk mencegah kelompok masyarakat melakukan penguasaan secara penuh pada sumber-sumber ekonomi yang ada.

5, Sistem Ekonomi Syariah 

Ekonomi syariah bertolak belakang dengan ekonomi yang kapitalis, sosialis yang tertuang pada ekonomi konvensional, karena dalam islam ada beberapa hal dalam sistem ekonomi konvensional yang tidak diperbolehkan, antara lain dalam islam dilarang riba, islam menentang eksploitasi masyarakat berekonomi rendah oleh pemiliki modal, islam melarang penumpukan atau penimbunan kekayaan, dan lain sebagainya..

Ekonomi syariah beranggapan bahwa semua jenis sumber daya alam yang ada merupakan pemberian dan ciptaan Allah SWT, sehingga perlu berhati-hati dan bertanggung jawab dalam penggunaannya, tidak boleh berlebihan dan seenaknya sendiri klarena itu bukan miliki kita.


Dalam islam pendapatan yang diperoleh secara tidak sah atau kurang jelas hukumnya tidak diakui, dan mengakui pendapatan atau kepemilikan pribadi dengan batas-batas tertentu yang memiliki hubungan dengan kepentingan orang banyak.


Dalam kegiatan ekonomi syariah, bekerja merupakan kegiatan yang menjadi penggerak utamanya. Dalam islam telah diajarkan untuk tidak bermalas-malasan untuk mencari rezeki, untuk itu bekerja sangat dianjurkan oleh agama islam untuk mendapatkan rezeki berupa harta atau materi dengan berbagai cara, namun ada batasan yang harus diikuti agar tidak salah langkah..

Aturan yang digunakan berdasarkan.

1. Al-Quran

2. Hadits

3. IJma

4. Ijtihad dan Qiyas



Purnabhakti,Purnakarya, Purnatugas

 Seseorang yang sudah melampaui batas usia kerja akan diberhentikan oleh instansi atau lembaga pemberi kerja. Mengapa harus dibatasi? Secara...